mukaddimah

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah (ا شهد أن لا إله إلا الله) yang artinya “Saya bersaksi tiada Tuhan Selain Allah”. Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah (و اشهد أن محمد ر سو ل الله) yang artinya: “dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Rabu, 26 Januari 2011

Mengenal Macam-macam Imunisasi Anak

Mengenal Macam-macam Imunisasi Anak
Oleh dr. Ayu Shintia Shanti



IMUNITAS atau daya tahan tubuh adalah kemampuan yang dimiliki tubuh untuk melindungi diri dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun benda asing yang kontak dengan tubuh. Mekanisme pertahanan tubuh tersebut terbagi menjadi 2 jenis yaitu imunitas alami dan imunitas didapat. Sistem imunitas alami seperti kulit, selaput lendir, silia pada pernafasan sangat memungkinkan ditembus organisme patogen yang kuat sehingga anak menjadi sakit. Oleh karena itulah tubuh memerlukan imunitas adaptif yang efektif memberantas infeksi dan mengingat organisme patogen tertentu sehingga dapat mencegah penyakit di kemudian hari. Dan cara yang telah terbukti efektif menekan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita di Indonesia adalah dengan imunisasi.

Adapun program pengembangan imunisasi yang diwajibkn pemerintah mencakup imunisasi terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I):

1. BCG adalah vaksin yang memberikan kekebalan aktif terhadap tuberkulosa, wajib diberikan karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan penderita TB ketiga tertinggi di dunia. Pemberian satu kali sebelum bayi berusia 3 bulan.

2. Hepatitis B adalah vaksin yang memberikan kekebalan aktif terhadap virus hepatitis B yang dapat mengakibatkan kanker hati, diberikan 3 kali beberapa saat setelah kelahiran, II umur 2 bulan III umur 3 - 6 bulan.

3. Polio adalah vaksin yang memberikan kekebalan aktif terhadap virus poliomyelitis yang dapat mengakibatkan kelumpuhan pada anak, diberikan 5 kali interval 4 minggu diberikan dengan cara ditetes di mulut.

4. Difteri, pertusis, tetanus (DPT) adalah vaksin yang memberikan kekebalan aktif terhadap bakteri difteria, pertusis (batuk rejan). Tetanus pada anak, pemberian 3 kali interval 4 minggu dan terakhir diberikan pada usia sekolah dalam program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah)

5. Campak adalah vaksin yang memberikan kekebalan aktif terhadap virus campak yang dapat mengakibatkan radang paru dan radang otak pada anak, diberikan umur 9 bulan dan pada anak sekolah dasar dalam program BIAS.



Wajib

Selain imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah dalam upaya mengeliminasi PD3I ada pula imunisasi yang dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia mengingat pengaruhnya sangat besar terhadap penurunan angka kesakitan dan kematian bayi balita khususnya di Indonesia yaitu:

1) Hib adalah vaksin yang memberikan kekebalan aktif terhadap virus hemofilus influensa tipe B yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia dan radang selaput otak. 2) Meningococus. 3) Pneumococus. 4) Influenza. 5) Varicella (cacar air). 6) Hepatitis A. 7) Tifoid. 8) Rotavirus. 9) HPV. 10) MMR.

Sebelum anak diimunisasai sebaiknya: 1) Carilah informasi seputar vaksin. 2) Bicarakan manfaat dan resiko vaksin dengan dokter anak. 3) Tanyakan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan anak untuk mendapatkan vaksinasi. 4) Ungkapkan riwayat reaksi buruk vaksin kepada dokter anak Anda. 5) Laporkan reaksi buruk atas vaksin kepada dokter anak Anda.

Imunisasi tidak menjamin 100 % kebal terhadap suatu penyakit. Tetapi dengan imunisasi dapat menekan angka kesakitan dan angka kematian bayi dan balita. Oleh karena itu imunisasi itu sangat penting di dalam mencegah penyakit. Karena anak adalah aset bangsa dan investasi serta menentukan kualitas bangsa kita di kemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger

@Kuching,Malaysia

@Kuching,Malaysia
my belovest
*id* Hari yang penuh harapan di hiasi dengan doa untuk peroleh kekuatan...jangan menyerah karena Allah Maha luas karuniaNya...<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

sholawat

Allahumma sholli 'ala Muhammad